Informasi Berita Kegiatan



PENGUKUHAN PUSTAKAWAN UTAMA TAHUN 2010
Diposting oleh : Catur

Jakarta-Bertempat di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, kembali Perpustakaan Nasional mengadakan Pengukuhan Pustakawan Utama Tahun 2010. Acara ini merupakan acara rutin tahunan yang digelar oleh Perpustakaan Nasional dalam memfasilitasi pengukuhan para Pustakawan Utama. Pada kesempatan kali ini diikuti oleh 4 orang peserta dari daerah dan pusat. Peserta pertama adalah A.C Sungkana Hadi dari Universitas Cendrawasih Papua, selanjutnya Soetjipto, Sungkowo Rahardjo dan Wartini Santoso, ketiganya dari Perpustakaan Nasional RI. Hadir dalam acara ini Kaperpusnas yang baru Sri Sularsih, para pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Perpustakaan Nasional serta para tamu undangan. Dalam sambutannya, Sri Sularsih mengatakan bahwa pustakawan adalah profesi yang telah diakui eksistensinya oleh pemerintah dibuktikan dengan terbitnya Keputusan Menpan No.132/KEP/M.PAN/12/2002 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya, dan Undang-Undang No.43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Hal ini sebagai wujud apresiasi pemerintah yang tinggi terhadap profesi pustakawan. Oleh karena itu pustakawan perlu membuktikan kerja nyatanya dengan memberikan kontribusi pikiran, tenaga dan prestasi yang dapat dibanggakan. Pustakawan Utama adalah jenjang jabatan tertinggi diantara jenjang jabatan pustakawan lainnya. Sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan atas pencapaian prestasi tertinggi dalam jenjang Jabatan Fungsional Pustakawan, Perpustakaan Nasional menyelenggarakan Pengukuhan Pustakawan Utama. Pengukuhan pada dasarnya adalah bentuk pengakuan dan kepercayaan terhadap keberhasilan dalam mengemban tugas kepustakawanan sekaligus bentuk penghormatan terhadap Pegawai Negeri Sipil yang diangkat sebagai Pustakawan. Sebelum dikukuhkan para Pustakawan Utama perlu menyampaikan orasi ilmiah tentang gagasan, pemikiran dan temuannya tentang pengembangan perpustakaan dan kepustakawanan yang lebih baik. Pengukuhan pustakawan utama bukan merupakan peristiwa seremonial biasa tetapi wujud pertanggungjawaban profesi dan jabatan . Oleh karena itu bagi Pustakawan Utama yang telah melewati tahapan ini harus terus menunjukkan prestasi dan teladan bagi pustakawan lainnya, sehingga pengakuan secara formal tersebut harus diimbangi dengan kontribusi yang lebih nyata. Dalam orasinya A.C Sungkono Hadi menyampaikan makalah dengan judul “ Peranan Pustakawan Dan Tata Kelola Yang Baik Atas Perpustakaan Perguruan Tinggi Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Tinggi Di Indonesia Menuju Kelas Dunia”. Sedangkan, Sutjipto menyampaikan orasi berjudul ” Membina Kemampuan dan Kinerja Pustakawan Madya dan Pustakawan Utama”. Sungkowo Rahardjo berorasi tentang “Standar Kompetensi dan Sertifikasi Pustakawan”. Dan terakhir Wartini Santoso menyampaikan orasi tentang “Kelompok Jabatan Fungsional Pustakawan Perpustakaan Nasional: Antara Ada dan Tiada”. Acara yang diikuti oleh lebih dari 100 orang tamu undangan berlangsung khidmat dan lancar, di akhiri dengan ramah tamah dan silaturahmi antar keluarga dan tamu undangan dengan Pustakawan Utama serta pejabat di lingkungan Perpustakaan Nasional RI.(rud)